Perbedaan antara ASTM A53 dan ASTM A252

Pipa baja sangat berguna dalam berbagai industri dan aplikasi konstruksi. Sebagian di antaranya digunakan untuk mengalirkan air, gas, atau uap. Sebagian lainnya digunakan untuk menopang bangunan dan jembatan berat yang dibangun jauh di bawah tanah. Karena tujuannya berbeda-beda, produsen pipa menerapkan standar yang berbeda-beda dalam proses produksinya.

ASTM International telah menyusun standar untuk membantu para kontraktor memilih pipa yang tepat untuk setiap pekerjaan. Dua spesifikasi pipa baja karbon yang paling populer adalah ASTM A53 dan ASTM A252.

Biasanya, pipa-pipa tersebut tampak sama. Namun, setiap standar memiliki fungsi yang berbeda. Memilih yang salah dapat mengakibatkan kinerja yang buruk, biaya yang membengkak, atau masalah pemasangan.

Artikel ini menjelaskan perbedaan utama antara ASTM A53 dan ASTM A252.

Apa Itu ASTM A53?

Apa Itu ASTM A53

ASTM A53 merupakan standar untuk pipa baja karbon yang digunakan dalam aplikasi bertekanan dan mekanis. Standar ini mencakup baik pipa baja hitam maupun pipa berlapis seng untuk berbagai kondisi cuaca.

Pipa-pipa ini digunakan untuk aplikasi bertekanan rendah dan menengah. Selain itu, pipa-pipa ini juga dibengkokkan, dilas, diberi ulir, dan dipasangi flensa oleh para pekerja selama proses pemasangan.

ASTM A53 dibagi menjadi dua kelas: kelas A dan kelas B.

Apa Itu ASTM A252?

Apa Itu ASTM A252

ASTM A252 merupakan spesifikasi pipa baja karbon untuk keperluan tiang pancang. Tiang pancang adalah kolom baja panjang yang ditancapkan jauh ke dalam tanah untuk menopang bangunan.

Pipa-pipa ini menopang struktur berat seperti bangunan, jembatan, dan dermaga. Dalam proyek-proyek tertentu, para pekerja menuangkan beton ke dalam pipa tersebut setelah pemasangan.

Pipa ASTM A252 tersedia dalam tiga kelas: Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3.

Tujuan Utama Setiap Pipa

Perbedaan utama antara ASTM A53 dan ASTM A252 terletak pada kegunaannya.

Pipa ASTM A53 digunakan untuk mengalirkan air, uap, gas, dan udara. Pipa ini digunakan dalam sistem yang tekanannya meningkat selama pengoperasian.

Pipa ASTM A252 digunakan sebagai penyangga bagian bawah suatu struktur. Pipa-pipa ini ditancapkan ke dalam tanah oleh para pekerja konstruksi menggunakan mesin-mesin besar. Pipa tersebut membantu mendistribusikan beban ke lapisan tanah yang lebih kokoh.

Perbedaan dalam Proses Produksi

Kedua standar tersebut memperbolehkan penggunaan pipa tanpa sambungan dan pipa las, meskipun aturan pembuatannya berbeda.

Metode produksi ASTM A53 yang umum antara lain:

  • Pipa tanpa sambungan (Tipe S)
  • Pipa ERW (Tipe E)
  • Pipa yang dilas ujung-ujungnya pada tungku (Tipe F)

Metode produksi ASTM A252 yang umum antara lain:

  • Pipa mulus
  • Pipa ERW
  • Pipa yang dilas dengan metode flash
  • Pipa hasil pengelasan fusi
  • Pipa las spiral

Pipa las spiral umumnya digunakan dalam proyek tiang pancang ASTM A252 karena diameternya yang besar sangat cocok untuk pekerjaan pondasi.

Komposisi Kimia

Komposisi Kimia ASTM A252

Standar ASTM A252 menetapkan batasan komposisi kimia yang disederhanakan, di mana ketangguhan dianggap lebih penting daripada penggunaan pada tekanan tinggi. Kadar fosfor (P) tidak boleh melebihi 0,050% untuk menjaga ketangguhan. Komposisi unsur-unsur lainnya dapat bervariasi.

Komposisi Kimia ASTM A53

Persyaratan kimiawi untuk pipa ASTM A53 lebih ketat karena pipa bertekanan harus mempertahankan kinerja yang konsisten dan tidak boleh terjadi kebocoran sama sekali. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan nilai maksimum unsur-unsur untuk semua kelas.

Jenis / Elemen C Mn P S Cu Ni Cr Mo
Tipe S/E – Kelas A 0.25 0.95 0.05 0.045 0.40 0.40 0.40 0.15
Tipe S/E – Kelas B 0.30 1.20 0.05 0.045 0.40 0.40 0.40 0.15
Tipe F – Kelas A 0.30 1.20 0.05 0.045 0.40 0.40 0.40 0.15

Kekuatan Mekanis

Kedua pipa tersebut memiliki karakteristik kekuatan yang baik, namun ASTM A252 Grade 3 memiliki kekuatan yang lebih tinggi untuk konstruksi pondasi berat.

Kekuatan Mekanis ASTM A53

Standar ASTM A53 berfokus pada ketahanan terhadap tekanan dan aliran fluida yang optimal.

Kelas Kekuatan Leleh Minimum (ksi) Kekuatan Tarik Minimum (ksi)
Kelas A 30 ksi 48 ksi
Kelas B 35 ksi 60 ksi

Kelas B lebih umum digunakan karena mampu menahan tekanan yang lebih besar.

Kekuatan Mekanis ASTM A252

Standar ASTM A252 berfokus pada kemampuan menahan beban pada bangunan dan menahan benturan saat pemasangan tiang pancang.

Kelas Kekuatan Hasil Minimum Kekuatan Tarik Minimum
Kelas 1 30 ksi (205 MPa) 50 ksi (345 MPa)
Kelas 2 35 ksi (240 MPa) 60 ksi (415 MPa)
Kelas 3 45 ksi (310 MPa) 66 ksi (455 MPa)

Kelas 3 mampu menahan beban terberat.

Ukuran Pipa

Ukuran Pipa

Pipa ASTM A53 umumnya berukuran lebih kecil. Ukuran yang paling umum tersedia berkisar antara 1/8 hingga 26 inci.

Diameter pipa ASTM A252 jauh lebih besar. Ukuran pipa dapat berkisar antara 6 inci hingga 120 inci, atau bahkan lebih.

Persyaratan Pengujian

Aturan pengujian bervariasi tergantung pada fungsi pipa tersebut.

Standar ASTM A53 mensyaratkan uji tekanan. Uji ASTM A53 yang paling sering digunakan adalah:

  • Uji hidrostatik
  • Pengujian kebocoran listrik
  • Uji perataan
  • Pengujian listrik non-destruktif
  • Uji lentur

Standar ASTM A252 menerapkan pengujian struktural. Pengujian ASTM A252 yang umum meliputi:

  • Uji tarik
  • Pengujian batas leleh
  • Uji regangan
  • Pemeriksaan sambungan las

Pengujian ini dapat dilakukan untuk memastikan kemampuan pipa dalam menahan benturan yang kuat dan tekanan tanah.

Lapisan Permukaan

Lapisan pada kedua standar tersebut sedikit mirip, tetapi penggunaannya berbeda.

Lapisan Permukaan untuk ASTM A53

Jenis Pelapisan Aplikasi
FBE (Epoksi Terikat Fusi) Pipa bawah tanah, sistem air, dan sistem gas
3LPE / 3LPP Pipa yang tertanam di bawah tanah, bagian jalur lepas pantai, zona tanah dengan tingkat keausan tinggi
Galvanisasi Hot-Dip Pipa di luar ruangan, pipa struktural, dan area dengan korosi ringan
Lapisan Tar Batubara / Lapisan Epoksi Pipa-pipa yang sudah tua, sistem perlindungan berbiaya rendah

Lapisan Permukaan untuk ASTM A252

Jenis Pelapisan Aplikasi
Fusion Bonded Epoxy (FBE) Pancang laut, pancang bawah tanah
Polietilen 3 Lapis (3LPE) Tiang pondasi bawah tanah
Polipropilena 3 Lapis (3LPP) Pemasangan tiang pancang lepas pantai, pemasangan tiang pancang di perairan dalam
Epoksi Tar Batubara (CTE) Tiang pancang laut, penyangga jembatan
Lapisan Galvanis Tiang pancang struktural, untuk keperluan umum

Kemampuan pengelasan

Dalam kondisi normal, pengelasan dapat dilakukan pada kedua jenis tersebut.

ASTM A53 Kelas B adalah baja rendah karbon dengan komposisi yang terkendali, sehingga merupakan jenis baja yang memiliki kemampuan las yang baik. Baja ini dapat dilas dengan mudah menggunakan metode umum seperti SMAW, GMAW, GTAW, dan SAW dalam kebanyakan kasus.

ASTM A252 Kelas 3 juga dapat dilas dan terutama digunakan dalam tiang pancang konstruksi. Oleh karena itu, dalam proses pengelasan, kekuatan sambungan las di bawah gaya dorong yang tinggi lebih diutamakan daripada kemudahan fabrikasi. Metode pengelasan yang umum digunakan antara lain SMAW, FCAW, GMAW, dan SAW.

Aplikasi Umum

Aplikasi ASTM A53

ASTM A53 digunakan untuk mengalirkan air di rumah-rumah, gedung, fasilitas, dan bangunan lainnya. Pipa tersebut harus tahan bocor dan mampu menjaga aliran air tetap lancar. Para pekerja menggunakannya di:

  • Pipa air
  • Sistem uap
  • Saluran gas
  • Jalur udara
  • Sistem perpipaan
  • Suku cadang mesin

Aplikasi ASTM A252

ASTM A252 digunakan untuk menopang beban di dalam tanah. Pipa tersebut harus mampu menahan beban struktural, tekanan tanah, dan proses pemasangan tiang pancang dalam jangka waktu yang lama. Pipa ini biasanya digunakan untuk:

  • Fondasinya jembatan
  • Tiang pancang laut
  • Struktur dermaga
  • Fondasinya gedung bertingkat
  • Dinding penahan
  • Struktur lepas pantai

Perbedaan Biaya

Pipa ASTM A53 biasanya lebih murah untuk sistem pipa berukuran kecil dan menengah. Pipa ini sesuai dengan dimensi standar untuk instalasi perpipaan dan pasokan industri.

Dinding yang lebih tebal, diameter yang lebih besar, panjang yang lebih panjang, dan lapisan khusus merupakan pertimbangan umum dalam proyek-proyek yang menggunakan ASTM A252. Proyek ini memakan biaya tinggi karena adanya biaya tambahan untuk transportasi dan alat berat pemasangan tiang pancang.

Kesimpulan

Baik ASTM A53 maupun A252 digunakan untuk baja karbon, namun aplikasinya berbeda. ASTM A53 cocok untuk aplikasi sistem bertekanan tinggi. Pipa ini umumnya digunakan sehari-hari di pabrik, gedung, dan fasilitas utilitas. ASTM A252 digunakan untuk memperkuat lokasi konstruksi bawah tanah. Pipa ini digunakan oleh kontraktor dalam pekerjaan pondasi dalam, struktur menara, pembangunan pelabuhan, dan jembatan. Pilihannya akan bergantung pada satu pertanyaan sederhana: Apakah pipa tersebut mengalirkan cairan atau menopang beban? Pipa ASTM A53 diproduksi untuk mengalirkan air dan gas. Di sisi lain, ASTM A252 akan cocok untuk keperluan bawah tanah.